Mencari Gedung Resepsi
Setelah lamaran yang harus kita lakukan adalah cari venue untuk akad dan resepsi. Kenapa? Karena ini yang paling penting bagi para calon yang ingin menikah di gedung atau tempat yang bisa disewa. Karena apa?
1. Ada acara ada katering dan tiap venue pasti punya katering rekanan dimana kalau kita pakai katering di luar rekanan, maka kita akan kena charge.
2. Harus cepat-cepat booking venue untuk tanggal yang kita mau. Kalau bisa setahun sebelum hari H. Pasti bukan kalian saja yang mau nikah di venue tersebut, kan?
Kami lebih memilih untuk menggelar acara akad dan resepsi di gedung karena:
1. Kami merasa area rumah kami tidak memungkinkan untuk menggelar acara. Secara kalau menggelar acara, kami harus memikirkan keluarga dan para tamu undangan. Dari daerah mana saja tamu undangan kita? Apakah lahan parkirnya akan cukup?
2. Kami gak mau ribet. Datang - akad resepsi - pulang. Kami sering datang ke pernikahan yang digelar di rumah dimana mereka gonta ganti baju dan biasanya acaranya seharian.
Setelah menetapkan mau diadakan di daerah mana, survey online.
1. Cari tahu alamatnya dan cek di Google Map untuk titik pastinya;
2. Interiornya seperti apa;
3. Nomor telefon pihak gedung; dan
4. Baca review dari beberapa orang yang pernah mengadakan acara di venue tersebut. Biasanya mereka akan menyertakan foto, harga sewa, syarat dan ketentuan.
Setelah online survey dan mencatat sekiranya gedung mana saja yang "sreg", hubungi pihak gedung. Tanyakan kapasitas orang dan paling penting harga sewa. Intinya siapkan data sebelum survey langsung ke venue.
Setelah survey ke beberapa tempat, akhirnya kami memutuskan untuk sewa Padepokan Pencak Silat TMII karena:
1. Ruang resepsi luas. Aku pribadi nggak suka kalau datang ke acara yang kanan kiri nabrak orang.
2. Lahan parkir luas. Sekali lagi, saat aku datang ke suatu acara, pertama kali yang aku nilai adalah kapasitas parkir.
Selain lokasi dan harga sewa yang harus masuk budget, kita juga setidaknya menempatkan diri sebagai tamu. Karena kita mengundang mereka untuk merayakan, bukan untuk dibuat ribet walau memang ini acara penting para calon.
3. Ada tempat menginap di belakang gedung dan harga per malamnya terjangkau.
Kami booking gedung pada tahun 2016 untuk Januari 2017. Saat kami dikasih lihat listnya oleh pihak gedung untuk menentukan tanggal, sudah banyak banget yang booking dari awal sampai akhir 2017! Yang tadinya mau acara malam jadinya pagi. Yang penting dapat dan ingat yang paling penting kehidupan pernikahan bukan saat acara.
1. Ada acara ada katering dan tiap venue pasti punya katering rekanan dimana kalau kita pakai katering di luar rekanan, maka kita akan kena charge.
2. Harus cepat-cepat booking venue untuk tanggal yang kita mau. Kalau bisa setahun sebelum hari H. Pasti bukan kalian saja yang mau nikah di venue tersebut, kan?
Kami lebih memilih untuk menggelar acara akad dan resepsi di gedung karena:
1. Kami merasa area rumah kami tidak memungkinkan untuk menggelar acara. Secara kalau menggelar acara, kami harus memikirkan keluarga dan para tamu undangan. Dari daerah mana saja tamu undangan kita? Apakah lahan parkirnya akan cukup?
2. Kami gak mau ribet. Datang - akad resepsi - pulang. Kami sering datang ke pernikahan yang digelar di rumah dimana mereka gonta ganti baju dan biasanya acaranya seharian.
Setelah menetapkan mau diadakan di daerah mana, survey online.
1. Cari tahu alamatnya dan cek di Google Map untuk titik pastinya;
2. Interiornya seperti apa;
3. Nomor telefon pihak gedung; dan
4. Baca review dari beberapa orang yang pernah mengadakan acara di venue tersebut. Biasanya mereka akan menyertakan foto, harga sewa, syarat dan ketentuan.
Setelah online survey dan mencatat sekiranya gedung mana saja yang "sreg", hubungi pihak gedung. Tanyakan kapasitas orang dan paling penting harga sewa. Intinya siapkan data sebelum survey langsung ke venue.
Setelah survey ke beberapa tempat, akhirnya kami memutuskan untuk sewa Padepokan Pencak Silat TMII karena:
1. Ruang resepsi luas. Aku pribadi nggak suka kalau datang ke acara yang kanan kiri nabrak orang.
2. Lahan parkir luas. Sekali lagi, saat aku datang ke suatu acara, pertama kali yang aku nilai adalah kapasitas parkir.
Selain lokasi dan harga sewa yang harus masuk budget, kita juga setidaknya menempatkan diri sebagai tamu. Karena kita mengundang mereka untuk merayakan, bukan untuk dibuat ribet walau memang ini acara penting para calon.
3. Ada tempat menginap di belakang gedung dan harga per malamnya terjangkau.
Kami booking gedung pada tahun 2016 untuk Januari 2017. Saat kami dikasih lihat listnya oleh pihak gedung untuk menentukan tanggal, sudah banyak banget yang booking dari awal sampai akhir 2017! Yang tadinya mau acara malam jadinya pagi. Yang penting dapat dan ingat yang paling penting kehidupan pernikahan bukan saat acara.
Comments
Post a Comment